Definisi saham untuk investor pemula

Definisi investas saham menurut saya adalah seorang yang membeli surat kepemilikan suatu perusahaan. Bisa dalam jumlah yang kecil ataupun besar. Investasi saham merupakan investasi yang paling besar returnnya sebanding dengan resiko yang besar pula.
Resiko investasi saham dapat ditanggulangi dengan ilmu pengetahuan tentang saham. Menurut andika sutoro putra, investasi saham ibarat seperti bermain sepeda. Kalo kita tidak mengetahui skill bermain sepeda maka akan jatuh dan berdarah bahkan trauma/takut untuk bermain sepeda itu lagi. Sama dengan investasi saham. Apabila tidak tau ilmu apa apa tentang saham bisa mengalami kerugian.
Kesimpulannya ketika memulai investasi saham, bekali diri anda dengan ilmu tentang saham. Berinvestasi sedikit dulu sambil belajar memahami keadaan pasar modal terutama saham. Anda akan terbiasa menahkodai portofolio saham anda dan akan tahu langkah apa yang harus diambil untuk menghadapi sebuah sentimen ekonomi.
Saham tidak beresiko
Ketika anda mengetahui ilmu tentang saham tentu berinvestasi saham tidak berisiko bagi anda. Karena anda yang mengelolanya sendiri. Saham apa yang akan dibeli, kapan membeli saham dan kapan menjualnya. Saham saham yang berfundamental bagus sangat rekomended untuk investor pemula.
Macam investasi saham
1. Investing
Orang yang melakukan investing disebut seorang investor. Investing dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Biasanya diatas 5 tahun. Seorang investor memilih saham berdasarkan fundamental yang baik dari perusahaan. Kuncinya adalah sabar dan tekun dalam menganalisa perusahaan.
2. Trading
Orang yang melakukan trading disebut seorang trader. Trading dilakukan dalam jangka waktu yang pendek, bisa dalam hitungan bulan, hari, bahkan jam. Trader menganalisa lewat angka angka harga saham. Jadi harus terus mantengin layar monitor. Ketika harga naik langsung jual. Trading kurang rekomended untuk investor pemula.
Keuntungan Investasi saham
1. Capital gain
Capital gain yaitu kenaikan harga suatu saham dimasa mendatang. Capital gain akan lebih besar jika perusahaannya juga berkembang. Misal : Ghisna membeli 100 lot saham dari perusahaan A ditahun 2000 seharga 100 rupiah per lembar saham, jadi Ghisna mengeluarkan uang senilai 100 lbr X 100 lot X 100 rupiah = Rp. 1000.000.000 untuk membeli 100 lot perusahaan A. Ditahun 2005 harga saham perusahaan A naik menjadi 150/lembar, Jadi portofolio Ghisna di perusahaan A menjadi 100 lbr X 100 lot X 150 rupiah = Rp. 1.500.000. Ghisna untung 50% di tahun 2005.
2. Deviden
Suatu perusahaan membagikan uang laba kepada seluruh pemegang saham melalui rapat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Masing masing perusahaan mempunyai nilai masing masing dalam membagikan deviden. Perusahaan yang sudah besar kemungkinan rutin membagi deviden ke setiap pemegang saham.
Baca juga : Pengertian dasar berinvestasi dengan Peer to Peer lending
Tingkatan Saham
1. Saham Bluechip
Saham bluechip merupakan kumpulan dari perusahaan yang berfundamental bagus. Laba perusahaan bisa mencapai lebih dari 40 Triliunan. Saham yang harganya masih terjaga ketika ada suatu krisis yang melanda. Kalaupun harganya turun maka tidak begitu terjun bebas. Saham blue chip merupakan saham teraman untuk para investor pemula. Contoh : UNVR, TLKM, BBCA, BBRI,dll
2. Saham Second liner
Saham second liner yaitu kumpulan perusahaan yang berfundamental cukup bagus dan masih berkembang. Laba perusahaan second liner mempunyai laba perusahaan antara 500 milliar-10 triliun. Harga saham second liner cenderung lebih murah dibanding harga saham bluechip. Contoh : JPFA, PWON, BRIS, SRIL, dll
3. Saham Third liner
Saham third liner atau biasa disebut saham gorengan. Harganya yang sangat flukuaktif menjadikan saham third liner sangat beresiko. Tentunya untuk investor pemula tidak disarankan untuk membeli saham tersebut.
Baca juga : Sukses berinvestasi dengan Reksadana