Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian dasar berinvestasi dengan Peer to Peer lending


Setiap investasi pasti ada return yang didapat dan resiko yang akan dihadapi. Investasi Peer to Peer Lending merupakan investasi yang cocok untuk jangka pendek kurang lebih satu tahun. Investasi Peer to Peer Lending yaitu Investasi meminjamkan sejumlah dana kepada peminjam dana melalui suatu  platform yang mempertemukan antara pemberi pinjaman dan peminjam dana.

Berbeda dengan tabungan dan deposito di bank, Investasi Peer to Peer memiliki return yang lebih besar tetapi juga punya resiko yang lebih besar. Tabungan atau deposito di bank semua resiko permasalahan pembayaran peminjam ditanggung bank. Investasi Peer to Peer menerapkan Semua resiko permasalahan pembayaran peminjam ditanggung pemberi pinjaman.

Platform Investasi Peer to Peer hanya mengambil fee nya saja. Namun, sekarang sudah banyak asuransi yang menawarkan untuk mengcover dana yang kita pinjamkan melalui Investasi Peer to Peer. Mulai dari 80% sampai asuransi berbentuk emas atau logam mulia.

Keuntungan Investasi P2P Lending

1. Proses lebih cepat (untuk peminjam)

Semua proses dilakukan secara online. Jadi tidak perlu ribet ribet mengurus surat kemana mana. Dan system inovasi kredit skoring melalui Data driven, non tradisional scoring , social media, Transactions, foot print, dll

2. Bunga lebih kecil (untuk peminjam)

Bunga KTA dibank sekitar 20%, namun di Peer to Peer Lending sekitar 13%. Karena Peer to Peer lending Institusinya lebih kecil dari bank, jadi memerlukan biaya operasional yang tidak terlalu besar.

3. Menerima nasabah yang di tolak bank (inklusif)

Persyaratan di Peer to Peer lending tidak seketat bank dan tidak dibatasi akses ke cabang.

4. Bunga Tinggi (untuk Pemberi Pinjaman)

Return yang di dapat pemberi pinjaman antara 13% sampai 22%. Karena Peer to Peer lending langsung antara pemberi dengan peminjam dana tanpa dipotong pihak platform yang mempertemukan. Platform hanya mengambil fee saja.

Baca juga : Sukses berinvestasi dengan Reksadana

Resiko Investasi P2P Lending

1. Resiko kredit macet

Resiko utama Investasi Peer to Peer Lending yaitu kredit macet. Dikarenakan pemberi pinjaman memberi langsung ke peminjam. Salah satu cara untuk meminilmalkan resiko tersebut adalah dengan asuransi dana investasi. 

2. Penipuan dan identitas palsu

Dikarenakan semua proses dilakukan secara online maka rawan terjadi penipuan identitas.

3. Tutupnya platform P2P Lending

Platform penyedia layanan Peer to Peer Lending

1. Modalku
2. Investree
3. Koinworks
4. Akseleran, dll

Cara memulai Peer to Peer landing

1. Register/daftar di salah satu platform Peer to Peer Lending.
2. Cari loan yang diinginkan.
3. Analisa loan lewat Grade dan rate.
4. Jika sudah ketemu loan yang cocok, langkah selanjutnya adalah top up sejumlah dana.
5. Kemudian lakukan proses peminjaman.

Harap diperhatikan sebelum memulai Investasi Peer to Peer Lending

1. Down time (Uang nganggur)

Proses transaksi platform dalam mencari peminjam sekitar 15 hari. Jika diinvestasikan ke deposito atau saham maka akan berpotensi meningkat.

2. Komisi fee

Komisi fee tiap platform berbeda beda. Komisi, fee asuransi, fee transfer bank.

3. Jumlah minimum mendanai pinjaman

Agar investor bisa diversifikasi dan menentukan berapa modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi.

Baca juga : Investasi property dan tanah untuk investor pemula