Sukses berinvestasi dengan Reksadana

Berbagai macam investasi merupakan cara untuk mencapai tujuan financial di masa yang akan datang. Salah satunya adalah reksadana. Reksadana yaitu wadah dana investor yang dikelola oleh manajer investasi untuk diinvestasikan kembali. Reksadana adalah investasi yang ramah, dari pekerja bergaji UMK sampai ratusan juta. Reksadana termasuk produk investasi, sehingga tidak dijamin layaknya tabungan/ deposito di bank.
Resiko kerugian reksadana masih lebih kecil daripada investasi saham. Pahami dulu profil resiko dalam berinvestasi di reksadana. Memilih reksadana tidak hanya melihat historinya saja tetapi harus memperhatikan apakah kondisi sekarang masih baik baik saja atau tidak.
Perbedaan reksadana dengan deposito
1. Reksadana memiliki rata-rata return dalam 5 tahun terakhir sekitar 6-7%, sedangkan deposito bank memiliki return 4% dan masih dipotong pajak senilai 20%.
2. Tidak ada jaminan di reksadana, sedangkan deposito di bank dijamin tidak akan mengalami kerugian.
3. Deposito bank dapat diambil sesuai tempo yang telah ditentukan, sedangkan reksadana dapat diambil kapanpun.
Baca juga : Investasi property dan tanah untuk investor pemula
Jenis jenis reksadana
1. Reksadana Pasar Uang
Salah satu reksadana yang untungnya kecil tapi pasti
2. Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana yang memiliki keuntungan yang tetap
3. Reksadana saham
Reksadana yang paling tinggi returnnya tetapi juga paling tinggi resiko ruginya.
4. Reksadana Campuran
Reksadana gabungan antara 3 reksadana diatas. Bisa jadi gabungan reksadana pasar uang dengan reksadana saham, dsb.
Cara memilih jenis reksadana
1. Tujuan investasi
Tujuan berinvestasi yang sudah anda tentukan. Contoh : tujuan investasi anda untuk jalan jalan ke luar negeri, anda dapat menggunakan reksadana pasar uang. Tujuan investasi anda untuk biaya pendidikan, anda dapat berinvestasi di reksadana pendapatan tetap. Dan apabila tujuan investasi anda berjangka panjang(kurang lebih 10 tahun), anda dapat meggunakan reksadana saham.
2. Strategi berinvestasi reksadana
Jika anda pekerja di perusahaan maka saya sarankan anda menggunakan strategi cicil investasi berkala setiap bulan. Tetapi jika anda adalah seorang freelancer yang tidak tentu kapan mendapatkan uang, saya sarankan anda menggunakan strategi invertasi beli ketika ada uang.
Memilih manajer investasi
Sebelum berinvestasi ke salah satu reksadana, yang harus diperhatikan adalah memilih manajer investasi yang tepat. Berikut tips memilih seorang manajer investor :
1. Berlisensi resmi dari otoritas jasa keuangan.
2. Mempunyai reputasi baik.
3. Lihat di surat dokumen ( Fund Fact Sheet atau Propektus )
Tempat membeli Reksadana
1. Di perusahaan sekuritas
2. Di perbankan
3. Platform digital.
Baca juga : Investasi emas dengan mudah dan aman untuk pemula